Sabtu, 10 September 2011

PS : MAKALAH

MEMAHAMI KOMUNIKAN ANDA

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaian tugas Public Speaking


Disusun Oleh :
MEGA FATKHULIL JANNAH  ( 210110110017  )
DWI ENDANG AFRIANTI ( 210110110024 )
GERAL SUDYA PURAKA ( 210110110025 )
MERI SONDARI ( 210110110028 )
I G. A. A. DEWANTHI PUTRI ( 210110110029 )




UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
2011


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Di dalam makalah ini, kami telah berusaha menguraikan sebaik mungkin semua hal yang berkaitan dengan pemahaman terhadap komunikan. Besar harapan kami agar pembaca mampu memahami lebih jauh tentang berbagai hal yang berkaitan dengan hal tersebut.
Akan tetapi, kami menyadari bahwa di dalam makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan yang tentunya mengakibatkan makalah ini masih dikatakan jauh dari sempurna. Maka dari itu, kami harapkan pembaca dapat memaklumi serta memberi kritik dan saran yang membangun demi terwujudnya makalah yang lebih baik di masa yang akan datang.


Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

1.1             LATAR BELAKANG

            Efektif tidaknya seorang pembicara saat tampil di hadapan publik sangat bergantung pada sejauh mana pembicara tersebut mampu memahami audiens. Sering kali, pemikiran yang dimiliki oleh sang pembicara tidak selalu sama dengan pemikiran publik atau audiens yang dalam hal ini berperan sebagai calon pendengar. Disebut calon pendengar karena sebelum seseorang berbicara di depan umum seperti berpidato, orasi, ceramah, atau seminar, situasi calon pendengar tersebut harus dapat dipahami terlebih dahulu. Artinya mencoba memahami latar belakang kehidupan calon pendengar (audien). Hal ini penting karena dengan memahami latar belakang kehidupan audien, kita akan mudah masuk dalam situasi dan kondisi kehidupan audiens/komunikan, untuk kemudian menghantarkan ide/gagasan/ilmu kepada para komunikan, agar tercapai kesepahaman atau kemudian tindakan.

1.2             RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana cara memahami audiens melalui analisa?
2.      Bagaimana menerapkan hasil analisa tersebut di dalam prakteknya?
3.      Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam memahami situasi audiens?

1.3            TUJUAN
      1.  Untuk menganalisis karakteristik dan latar belakang komunikan kita
      2.  Untuk menerapkan hasil analisa saat kita berbicara di hadapan publik
      3.  Untuk dapat memahami situasi audiens


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 CARA MEMAHAMI AUDIENS
          Keefektifan kita sebagai pembicara bergantung pada kemampuan kita untuk beradaptasi dengan pendengar. Kita harus memandang tiap-tiap pendengar bukan sebagai individu-individu yang terpisah, melainkan sebagai anggota dari suatu kelompok. Di samping itu, kita juga harus mengidentifikasi peranan dan karakteristik pendengar (analisa demografis) agar pesan yang ingin kita sampaikan bisa diterima tanpa penolakan.
2.1.1 MENGANALISA AUDIENS SECARA DEMOGRAFIS
          Analisa demografis adalah ilmu statistik yang mempelajari populasi manusia. Adapun aspek-aspek yang dianalisa adalah karakteristik manusia seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan latar belakang etnik dan kebudayaan.
1.      Usia
Hal-hal yang harus dianalisa antara lain:
·         Apakah pendengar adalah anak-anak usia remaja, usia pertengahan, atau usia lanjut?
·         Apakah ada sekelompok orang berusia sama yang mendominasi di antara pendengar yang terdiri dari beragam usia?
·         Apakah di antara pendengar/audiens memiliki hubungan tertentu seperti misalnya hubungan orangtua-anak?
2.      Jenis kelamin
Hal-hal yang harus dianalisa antara lain:
·         Apakah pendengar didominasi oleh wanita atau laki-laki?
3.      Pendidikan
Hal-hal yang harus dianalisa antara lain:
·         Seberapa banyak pendengar memahami topik dari hal yang ingin kita sampaikan?
·         Apakah latar belakang pendidikan mereka mempermudah mereka untuk mempelajari subjek itu dengan mudah?
4.      Keanggotaan kelompok
Hal-hal yang harus dianalisa antara lain:
·         Apakah orang-orang tersebut terdaftar sebagai anggota dalam suatu kelompok?
5.      Latar belakang etnik dan kebudayaan
Hal-hal yang harus dianalisa antara lain:
·         Apakah ada beberapa dari audiens yang berasal dari latar belakang kebudayaan dan etnik yang berbeda-beda?

            Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, akan mempermudah kita untuk menganalisa pendengar/audiens. Kuncinya, adalah dengan menemukan apakah ada salah satu dari faktor-faktor demografis di atas yang mempengaruhi kemampuan atau kemauan pendengar untuk menyimak dan menerima apa yang ingin kita sampaikan. Dengan kata lain, kita harus memutuskan aspek mana yang relevan dengan audiens hingga kita bisa menyampaikan pesan dengan baik.

2.1.2    MENGANALISA AUDIENS SECARA PSIKOLOGI
            Untuk memahami audiens, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengelompokkan audiens berdasarkan kepercayaan, sikap, dan nilai moral. Analisa ini disebut pendataan psikologi. Kita harus mengidentifikasi aspek-aspek tersebut dengan cermat sebab kepercayaan, sikap, dan nilai moral adalah konsep utama dalam mendiskusikan psikologi audiens.
1.      Kepercayaan
            Kepercayaan adalah keyakinan yang ada dalam berbagai tingkatan yang bervariasi mengenai hal apa yang benar dan yang salah. Kepercayaan muncul dari orang pertama yang mengalaminya, atau dari apa yang telah dibaca atau didengar audiens, ataupun dari keyakinan buta. Beberapa kepercayaan yang telah terbukti secara konkret disebut fakta, sementara yang lain adalah opini secara personal. Beberapa kepercayaan memiliki sikap yang terbuka atau bisa berubah-ubah sementara yang lain lebih kaku atau tetap.
v  Fakta dan opini
Fakta adalah kepercayaan yang kuat mengenai sesuatu yang didukung oleh bukti-bukti nyata yang akurat. Sementara opini sebaliknya. Opini adalah pendapat seseorang secara personal yang tidak disertai oleh bukti-bukti yang akurat. Seringkali, perbedaan antara fakta dan opini tidak terlalu bisa dibedakan dengan jelas, karena terkadang apabila suatu hal sudah menjadi opini umum, maka secara salah kaprah opini itu akan diterima sebagai fakta. Maka dari itu, penting bagi seorang pembicara untuk mengetahui secara pasti yang mana opini atau fakta yang kemungkinan diyakini oleh pendengar secara personal atau kelompok.
v  Kepercayaan yang terbuka dan kepercayaan yang tetap
Beberapa keyakinan sedikit kaku (fixed) sementara yang lain lebih terbuka (open minded). Keyakinan yang kaku sangat sulit untuk dipengaruhi dan bisa menjadi suatu stereotip. Sementara yang lain jauh lebih terbuka dan lebih mudah untuk dipengaruhi. Penting bagi kita sebagai pembicara untuk membedakan terlebih dahulu apakah audiens terdiri dari orang-orang dengan pemikiran kaku ataupun audiens dengan pemikiran yang lebih terbuka.
2.      Sikap
          Aspek berikutnya dalam pendataan psikologi adalah menganalisa sikap dari audiens. Sikap bisa menjadi tolak ukur respon positif atau negatif yang diberikan oleh audiens terhadap apa yang kita sampaikan. Maka dari itu, sebelum kita berbicara di hadapan audiens, kita harus mampu mengartikan sikap dari audiens terhadap kita sebagai pembicara, terhadap subjek yang ingin kita sampaikan, dan terhadap tujuan kita.
3.      Nilai moral
            Aspek berikutnya ialah menganalisa  nilai moral yang dimiliki audiens. Nilai moral adalah orientasi dasar yang dimiliki seseorang dalam hidupnya. Nilai moral juga berperan sebagai fondasi  dari kepercayaan dan sikap seseorang.

2.2     PENERAPAN HASIL ANALISIS AUDIENS
            Mengidentifikasi karakteristik demografi dan psikologis pendengar Anda merupakan langkah penting pertama menuju komunikasi yang baik. Mengidentifikasi karakteristik ini membantu Anda menemukan apa yang dapat mempengaruhi penonton dan memastikan mereka menerima ide-ide Anda. Analisis audiens membantu Anda mencari petunjuk cara pendengar Anda berpikir dan bertindak. Apa yang Anda temukan dapat membantu Anda lebih frase ide-ide Anda, mengatur pidato Anda, atau menentukan banding Anda.
            Anda seharusnya sudah menentukan tujuan pidato umum Anda untuk menginformasikan, menghibur, atau membujuk.
            Ketika Anda berpikir tentang siapa target pendengar Anda, empat pertimbangan harus muncul: (a) tujuan spesifik Anda, (b) bidang yang diminati penonton, (c) kapasitas penonton untuk bertindak, dan (d) tingkat perubahan yang dapat Anda harapkan.
2.3 HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMAHAMI SITUASI AUDIENS
            Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami situasi audiens adalah sebagai berikut :
a.       Siapa
Kita berusaha memahami siapa audiens kita. Artinya kita harus mngetahui usia, , jenis kelamin, pendidikan, status social, profesi atau pekerjaan. Dengan demikian, kita tidak akan mengalami kesulitan dalam meyakinkan, meneguhkan, mendorong, maupun mengubah kebiasaan-kebiasaan hingga menemukan motivasi dan semangat baru.

b.      Di mana
Tempat terjadinya peristiwa pun layak kita pahami. Apakah mereka berkumpul dalam satu ruangan yang terbuka atau tertutup. Hal ini sangat penting karena setiap ruang secara otomatis mengkondisikan audiens. Berbicara di tempat ibadah, misalnya, jauh lebih mudah karena audiens terkondisikan untuk hening dan komtemplatif. Sebaliknya, berbicara pada audiens di aula atau tempat terbuka membutuhkan kemampuan retorika yang memadai.

c.       Kapan
Kapan terkait dengan waktu pelaksanaan. Waktu terjadinya peristiwa sangat menetukan berhasil tidaknya suatu pembicaraan. Hal ini disebabkan perhatian, sikap mental dan kebugaran audiens. Berbicara pada pagi hari sangat berbeda dengan siang, sore, atau malam hari. Kondisi psikis, fisik dan mental audienspada pagi hari masih segar sehingga sebagai pembicara kita akan mudah mengajar berpikir, berefleksi ataupun berdebat.

d.      Apa
Apa berkait dengan pokok masalah yang menjadi bahan pembicaraan. Kita harus kritis apakah pokok masalah yang akan kita bahas dan bicarakan menjadi kebutuhan mendesak, menyangkut kepentingan bersama, dan membutuhkan solusi atau pemecahan. Juga, apakah maslah yang kita bicarakan merupakan kerinduan, dambaan, dan menjadi obsesi audiens?

e.       Mengapa
Mengapa lebih terkait dengan alasan audiens berkumpul. Hal ini menadi sangat penting karena  berhadapan dengan audiens yang dating atas kemauan sendiri sangat berbeda dengan audiens yang dating ke tempat pertemuan karena disuruh atau diperintah. Untuk itulah, sebelum berhadapan dan berbicara pada audiens kita perlu mengetahui alasan mengapa mereka berkumpul.

f.       Bagaimana
“Bagaimana” menyangkut banyak aspek : pandangan hidup, penghayatan hidup, pola interaksi social, profesi dan mata pencaharian, tradisi dan kepercayaan, serta pandangan audiens tentang masa depan. Dengan memahami “bagaimana audiens” pastilah pembahasan dan pembicaraan yang kita lakukansangat bermanfaat bagi mereka.



BAB III
PENUTUP

3.1            KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah kami uraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa kita harus tahu terlebih dahulu pendengar kita atau siapa yang mendengarkan kita sebelum kita berbicara di hadapan mereka. Kita harus tahu latar belakang mereka. Jadi yang pertama adalah mengetahui siapa dan apa latar belakang pendengarnya.
            Kedua, kita harus tahu pemikiran mereka.
            Ketiga, memperkirakan respon apa yang mungkin muncul apabila kita berbicara mengenai suatu hal atau hal yang lain.
            Keempat adalah penggunaan bahasa yang dipakai.
            Kelima adalah memberikan contoh-contoh yang tepat. Kita harus menyiapkan sebuah analogi yang tepat dan sesuai untuk mereka. Tidak semua apa yang kita bicarakan itu bisa cocok untuk semua orang. Kadang kita harus memperbanyak materi atau malah sebaliknya mengurangi materi.
            Yang terakhir adalah menjawab pertanyaan apakah kita sudah selaras dengan apa yang mereka pikirkan. Yakni dengan cara menggunakan bahasa yang tepat, cerita yang sesuai, menyatukan hati, menyamakan frekuensi dengan para pendengar kita.
            Hal ini tak hanya berguna kalau anda jadi pembicara yang berbicara di depan orang banyak, tapi juga berbicara dengan seseorang atau sekelompok orang.
            Dengan mengetahui latar belakang pendengar, keinginan mereka sebenarnya, reaksi yang diinginkan, bahasa yang dipakai, contoh yang tepat dan menyatukan kita dengan mereka, akan membuat anda lebih sukses berkomunikasi dengan mereka.










               









DAFTAR PUSTAKA

Gronbeck, Bruce E dkk. Principles of Speech Communication.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)