Sabtu, 31 Desember 2011

Terharu Ketika Melihatnya

         Huh,,?? UAS kan udah berakhir dari minggu lalu dan aku masih saja diam di rumah. Rencananya sih, abis UAS mau langsung pulang ke kampung halamanku di Ciamis sana. Namun apa boleh buat?? Mama ku dateng ke Bandung gara-gara Ua ngadain acara sunatan cucunya yang pertama.. Gak jadi deh plangnya. *huhuhu :(

       Kemaren sih sempet nonton bareng ponakan dan adikku ke XXI. Filmnya membuat kami bertiga menjadi terharu lho/. huhu ;(. Tau kan novel karya Tere - Liye yang berjudul Hafalan Shalat Delisha?? Nah, filmnya diangkat dari novel itu. Begini ceritanya.. :) *jrengjrengjreng...

           Di Nanggaroe Aceh Darussalam (NAD), ada seorang anak kecil yang bernama Delisha. Dia tinggal di rumah panggung pinggir pantai bersama Ibu dan 3 orang kakaknya. Ayahnya bekerja di kapal-kapal laut, otomatis sering ke luar pulau. Sepanjang hari Delisha terus menghafal bacaan shalatnya. Ibunya berjanji jika dia hafal bacaan shalat dia akan mendapatkan kalung dari ibunya. Suatu hari, Delisha diajak pergi ke toko mas untuk membeli kalung  sesuai dengan yang ia inginkan.

***
         Singkat cerita, tiba saatnya Delisha untuk ujian praktek shalat di sekolahnya. Dia ingin sekali ibunya untuk membawa hadiah kalungnya ke sekolah. Katanya supaya semangat. Saat ibunya mengambil kalung di dalam lemari pakaiannya, tiba-tiba gempa datang. Delisha sangat ketakutan. Dia dan ibunya pun segera pergi keluar rumah. Ketika hendak pergi ke sekolah, kakak-kakak Delisha tidak mau ikut dan akan tinggal diam di rumah saja.

           Sesampainya di sekolah, dia pun menunggu giliran untuk praktek shalat. Ketika namanya dipanggil oleh guru, ibunya memegang kalung dan meperlihatkannya pada Delisha. Delisha pun sangat senang, dia teringat akan kata-kata gurunya, "Kalau kita shalat harus khusyuk, hanya fokus pada satu pikiran yaitu Alloh." Delisha pun memulai shalatnya, "Allohu Akbar." Baru saja dia membaca takbiratul ihram, tiba-tiba gempa datang. Teman-teman dan gurunya bergegas keluar, hanya ada Delisha di dalam ruangan kelas. Dia tetap saja shalat dengan khusyuk dan berada di dalam kelas walaupun guru dan ibunya sudah memanggilnya untuk keluar. Gempa belum berakhir, tiba-tiba dari arah pantai terdengar suara gemuruh dan terlihat gelombang tinggi menghantam sekolah Delisha dan isinya. Ya, Tsunami di Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 telah memporak-porandakan seluruh kota Aceh dan sekitarnya.

***
       Pasca bencana itu, Delisha sudah tidak punya siapa-siapa lagi kecuali Ayahnya. Delisha kehilangan kakak-kakaknya, ibunya dan kaki kanannya. Tapi beruntung, Delisha dirawat oleh dokter dan seorang tentara yang berasal dari Amerika. Tentara it berniat untuk menjadikan Delisha sebagai anak angkatnya karena semenjak ditemukan Delisha tidak tau keberadaan Ayahnya. Ayahnya pun tidak tahu keberadaan Delisha pasca bencana besar itu. Namun, saat itu ayah Delisha diberitahu oleh temannya bahwa Delisha sedang dirawat di Rumah Sakit. Segeralah, ayahnya menyusulnya ke rumah sakit dan dibawanya Delisha pulang ke tempat pengungsian.

           Delisha tetp ceria dan bermain bola dengan teman-temannya walaupun dia kehilangan kakinya. Delisha sering datang berziarah ke tempat pemakaman masal untuk mendoakan dan bercerita kepada kakak-kakaknya. Karena saat itu, ibunya belum ditemukan juga.

***
           Suatu hari, dia berjalan di tepi pantai dan tidak sengaja melihat cahaya yang berkilau. Ketika dia mendekatinya, ternyata itu adalah mayat ibunya yang sedang memegang kalung yang berinisialkan D. Ya, kalung yang Delisha beli bersama ibunya. Delisha pun memeluk mayat ibunya sebagian terkubur oleh pasir pantai. Kini hanya ada ayah dan dirinya. Dokter yang merawatnya dan tentara yang menemukannya saat pasca bencana harus pergi ke negara lain yang membutuhkan jasanya. Delisha kembali menghafal bacaan shalatnya dan ketika diuji, dia pun lulus. Ayahnya pun berniat memberikan hadiah untuknya. Namun, Delisha berkata, "Aku menghafal bacaan shalat karena Alloh, bukan untuk hadiah."

***
              Yang menarik dari kisah ini adalah ketika Delisha mengucapkan sesuatu pada ibunya seperti ini, "Aku cinta Ibu karena Alloh." Jujur yah, pas lagi sekmen itu, aku dan adikku bercucuran air mata. huhuhu ;( saking sedihnya. Tapi ponakanku malah ketawa liat tante-tantenya pada nangis,, *hehe :D

Filmnya dijamin seru.. ;)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)