Rabu, 17 Oktober 2012

Relasi Pikiran, Bahasa, dan Realita


Pikiran dan bahasa adalah tempat terjadinya peristiwa realitas. Manusia tidak dapat berpikir jika tidak ada bahasa. Realitas adalah awal mula manusia untuk berpikir. Jadi pada dasarnya berpikir adalah tanggapan dari realitas. Kegiatan berpikir adalah jawaban atas realitas yang mencari ungkapan untuk dijadikan bahasa, dan selanjutnya dapat dikomunikasikan.

Tiada pikiran dan bahasa tanpa realitas, tiada realitas tanpa pikiran dan bahasa. Maksudnya pikiran dan bahsa tidak akan terbentuk tanpa manusia melihat realitas yang ada. Karena pikiran dan bahasa adalah tanggapan atas realitas yang dijalani. Sebaliknya, tiada realitas tanpa pikiran dan bahasa. Maksudnya adalah realitas tidak akan ada jika manusia tidak berpikir terlebih dahulu. Misalnya, saya akan pergi ke Jakarta. Itu merupakan sebuah pemikiran dan realitas baru akan terjadi setalah proses berpikir tersebut.

Referensi:
Poespoprodjo. 1985. Logika Scientifika. Bandung: Remadja Karya CV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)