Senin, 30 April 2012

Contoh Analisis Pemberitaan Tentang Sebuah Isu


BANDUNG-Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 16.00, Rabu (25/4).  Tabrakan antara minibus dan truk tangki ini menewaskan Dewi Rani (30), yang mengendarai mobil bernomor polisi D 1633 PG. Kecelakaan ini berawal ketika mobil Avanza yang dikemudikan oleh Dewi ingin menyalip kendaraan yang ada di depannya. Namun, mobil yang Dewi kendarai terlalu ke kanan hingga setengah badan jalan arah berlawanan dikuasainya.
Tak diduga muncul truk tangki pengangkut air dari arah berlawanan sehingga tabrakan tersebut tak terelakan lagi. Kedua mobil yang bertabrakan di depan Indomaret tersebut ringsek bagian depannya. Kaki Nano yang terjepit mengakibatkan gas terus diinjak dan truk tangki yang dikendarainya menyeruduk mobil Isuzu Panther yang seang terparkir di klinik akupuntur dan pengobatan di jalan itu. Diduga mobil Panther tersebut tidak menggunakan rem tangan sehungga mobil itu pun menghancurkan kaca klinik dan tembok warung kupat tahu.
Sementara itu, Kapolsek Cibeunying Kidul AKP Harli Herdiaman mengatakan bahwa korban yang mengendarai Avanza itu meninggal di RS Santo Yusuf. Setelah mendapat pertolongan tim dokter, nyawa korban tiadk tertolong lagi. Diduga akibat tekanan stir kemudi yang mengakibatkan benturan di dada dan kepala. Bahkan keluar darah dari mulut korban. Sedangkan Nano hanya menderita luka ringan dan kerusakan yang ditimbulkannya masih dalam pemeriksaan satlantas Polrestabes Bandung.

ANALISIS PEMBERITAAN TENTANG SEBUAH ISU
HARIAN  BANDUNG EKSPRES
1.      JUDUL
“SALIP MALAH HANTAM TANKI”
Judul di atas cukup menarik karena penulisan ukuran hurufnya besar yang akan membuat calon pembeli merasa tertarik untuk membelinya. Selain itu, para pembaca juga dapat memprediksi apa yang akan dibahas di dalamnya karena dari judulnya sudah tertebak, pasti berita ini akan membahas mengenai kecelakaan lalu lintas. Pemilihan kata yang digunakan dalam judul tersebut sudah efektif. Namun, kata “tanki” jika ditulis menurut EYD akan menjadi “tangki”. Pemilihan kata pada judul tersebut mudah dicerna oleh pembaca karena banyak sekali pembaca yang hanya membaca judul-judul beritanya. Tapi pembaca akan bertanya-tanya, apa atau siapa yang menghantam tangki? Hendak menyalip apa atau siapa? Itu semua dapat berupa kekurangan dari judul tersebut. Namun, dengan kekurangannya itu, para pembaca menjadi ingin membaca berita tersebut seutuhnya.

2.      LEAD
“BANDUNG-Kecelakaan nahas terjadi di Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 16.00, Rabu (25/4).”
Kalimat tersebut dipilih sebagai lead karena beberapa unsur teras berita sudah mencakup di dalamnya yaitu, what, where, dan when. Meskipun tidak semua unsur terdapat di dalamnya, akan tetapi unsur yang lainnya terdapat dalam kalimat berikutnya dan diperkuat oleh kalimat-kalimat berikutnya.

3.      NARASUMBER
·           Bachtiar (52), warga sekitar yang menjadi saksi mata saat ditemui di lokasi kejadian. Kredibilitasnya tidak diketahui. Beliau menjelaskan bagaimana awal mula kecelakaan tersebut terjadi.
·           AKP Harli Herdiaman, Kapolsek Cibeunying Kidul. Pihak kepolisian yang memeriksa kecelakaan lalu lintas. Selain itu, beliau juga menghimpun informasi dari beberapa keterangan saksi.

4.      BODY
“Avanza dikemudikan Dewi melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Dewi yang mengendarai seorang diri itu Avanza melaju dari arah Ahmad Yani (Cicadas) menuju Cicaheum. Kemudian truk tanki yang dikendarai Nano meluncur dari arah berlawanan.”

Menjadi :
“Avanza dikemudikan Dewi dengan kecepatan 50 km/jam. Avanza melaju dari arah Ahmad Yani (Cicadas) menuju Cicaheum. Kemudian, truk tangki yang dikendarai nano melucur dari arah berlawanan.”


HARIAN RADAR BANDUNG
1.      JUDUL
“AVANZA V TANGKI, ADU BAGONG”
Ketika calon pembaca sedang memilih-milih koran, mungkin calon pembaca akan membaca headline news-nya terlebih dahulu. Judul tersebut akan menjadi menarik karena di dalamnya terdapat kata yang mungkin menurut beberapa orang tidak layak untuk diucapkan. Kata “Adu Bagong” sudah sering digunakan dalam peristiwa kecelakaan. Kata tersebut mewakili betapa kerasnya hantaman atau tabrakan yang terjadi. Kata tersebut juga sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sunda. Akan tetapi, bagi masyarakat luar Jawa Barat yang tinggal di Bandung akan mengalami kesulitan dalam bahasa yang digunakan tersebut. Kemudian, kata “Avanza” sebaiknya diganti dengan minibus atau yang sejenisnya. Kenapa? Karena menurut pengalaman yang telah terjadi beberapa waktu lalu, jika merk sebuah mobil atau produk lain dijadikan sebagai judul dalam konotasi negatif dapat berpengaruh dalam tingkat penjualan mobil atau produk tersebut. Disini, Avanza dan tangki akan diibaratkan sebagai peserta dari “Adu Bagong”. Dari judul tersebut jika dibaca sekilas oleh anak-anak atau kaum yang tidak mengerti maksud dari kata “Adu bagong” akan menimbulkan pertanyaan “Siapa yang menang? Apakah Avanza atau tangki?” kenapa? Karena kata tersebut tidak mudah dicerna atau dimengerti dengan baik oleh beberapa kalangan masyarakat. Akan tetapi, judul tersebut sangat mewakili kondisi dari berita itu sendiri, yaitu kecelakaan hebat dengan hantaman keras yang menewaskan satu orang perempuan.

2.      LEAD
“BANDUNG-Belum lama ini, kecelakaan maut terjadi di Jalan Ahmad Yani.”
Pihak surat kabar ini berniat untuk mengingatkan kembali peristiwa kecelakaan sebelumnya yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, sebelum penulis membeberkan peristiwa yang sama di dalam berita tersebut. Kalimat pertama dan berikutnya akan mengawali berita kecelakaan yang dialami Dewi Rani di Jalan Ahmad Yani. Sehingga kalimat pertama dan berikutnya tidak membahas kecelakaan yang dipaparkan dalam paragraf berikutnya.

3.      NARASUMBER
·           Bachtiar (52), warga sekitar yang menjadi saksi mata peristiwa kecelakaan tersebut. Profesinya tidak disebutkan. Beliau menjelaskan proses kecelelakaan itu berlangsung.
·           AKP Harli Herdiaman, Kapolsek Cibeunying Kidul, sebagai pihak berwajib yang memeriksa kecelakaan lalu lintas dan beliau juga membeberkan informasi dari beberapa keterangan saksi atas kecelakaan tersebut. Beliau juga memaparkan informasi mengenai kematian korban kecelakaan.

4.      BODY
“Kecelakaan itu lantaran Avanza yang dikemudikan korban menghabiskan badan jalan arah yang berlawanan arah saat menyalip. Akibatnya, tabrakan adu bagong dengan truk tangki pengangkut air bernopol D 8602 BJ yang dikemudikan Nano, 32, tak terhindarkan.”

Menjadi:
“Kecelakaan itu disebabkan karena Avanza yang dikemudikan korban menghabiskan badan jalan yang berlawanan arah saat menyalip. Akibatnya, tabrakan dengan truk tangki pengangkut air tak terhindarkan.”
Catatan : Sebagian kata dihilangkan karena jika dibaca akan terlalu panjang dan menyulitkan pembaca. Sehingga kata yang dihilangkan tersebut ada baiknya disimpan di paragraf yang lain saja.


HARIAN TRIBUN JABAR
1.      JUDUL
“DEWI TEWAS DEKAT MAPOLSEK”
Bagi pembaca yang hanya mengandalkan judul, mungkin judul ini akan dilewatkan begitu saja. Karena Dewi bukanlah siapa-siapa. Bukan politikus atau artis yang sedang booming. Akan tetapi, juul tersebut juga akan menimbulkan pertanyaan “Siapa Dewi? Kenapa dia bisa meninggal di Mapolsek?”. Selain itu, akan muncul rasa ingin tahu yang tinggi dari pembaca. Judul tersebut tidak menggambarkan berita apa yang akan disampaikan. Jadi, dalam hal ini, judul tersebut kurang cocok untuk berita yang menyampaikan peristiwa kecelakaan yang menewaskan Dewi. Sebenarnya, berita dengan judul tersebut tidak sesuai karena Dewi meninggal di RS Santo Yusuf setelah mendapat pertolongan pertama dari dokter. Sehingga judul tersebut tidak relevan dengan beritanya.

2.      LEAD
“BANDUNG, TRIBUN-Dewi Rani (30), pengemudi mobil Avanza hitam bernopol D 1633 PG, tewas di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, hanya beberapa meter dari Mapolsek Cibeunying Kidul, Rabu (25/4) sekitar pukul 16.00.”
Pihak penulis memilih kalimat tersebut sebagai lead karena dalam kalimat tersebut terangkum semua unsur yang ada dalam penulisan teras berita. Namun, kalimat tersebut tidak diikuti dengan kalimat berikutnya yang menjadi pelengkap. Dalam satu paragraf hanya terdapat satu kalimat. Akan tetapi, pernyataan tersebut diperkuat lagi di dalam paragraf berikutnya.

3.      NARASUMBER
·           Bachtiar (52), warga setempat yang menjadi saksi mata kejadian. Beliau memberikan informasi mengenai proses kecelakaan tersebut.
·           Uwoh (43), pemilik warung kupat tahu yang sebagian temboknya rusak akibat ditabrak mobil Panther yang ditabrak oleh truk tangki. Beliau juga menjelaskan bahwa hantaman Avanza dengan truk tangki tersebut sangat keras sehingga warungnya sempat bergetar.
·           Endang (45), rekan supir truk tangki. Endang memberikan keterangan dari rekannya bahwa Avanza yang tiba-tiba menyalip mobil yang ada di depannya dan mengambil jalur truk tangki.
·           AKP Harli Herdiaman, Kapolsek Cibeunying Kidul. Beliau hanya memaparkan bahwa korban meninggal di RS Santo Yusuf.

4.      BODY
“Menurut informasi yang dikumpulkan Tribun di lapangan, kejadian bermula saat Avanza yang dikemudikan Dewi melaju dari barat di Ahmad Yani (Cicadas) menuju Cicaheum. Bardasarkan kartu identitas yang ditemukan, Dewi tercatat sebagai warga Jalan Sukasari II No 23, RT 01/02, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong. Dalam kendaraan itu, Dewi sendiriaan. Truk yang dikendarai Nano meluncur dari arah sebaliknya.”

Menjadi:
“Menurut informasi yang dikumpulkan Tribun di lapangan, kejadian bermula saat Avanza yang dikemudikan Dewi melaju dari Ahmad Yani (Cicadas) menuju Cicaheum. Bardasarkan kartu identitas yang ditemukan, Dewi tercatat sebagai warga Jalan Sukasari II No 23, RT 01/02, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong. Dalam kendaraan itu, Dewi sendirian. Truk yang dikendarai Nano meluncur dari arah yang berlawanan.”


ANALISIS NARASUMBER
Dalam kasus ini, saya menemukan ketiga surat kabar tersebut memiliki narasumber yang sama, yaitu Bachtiar dan AKP Harli Herdiaman. Di dalam harian Radar Bandung dan banung Ekspres, mengutip persis apa yang dikatakan oleh kedua narasumber tersebut. Namun, berbeda dengan Tribun jabar yang mengutip perkataan kedua narasumber itu idak sama persis. Disini, saya tidak tahu mana kutipan narasumber yang benar, namun dapat dipastikan bahwa Radar Bandung dan Bandung Ekspres mengutip perkataan yang sama meskipun penulisnya berbeda.
Mengapa surat kabar memilih kutipan tersebut? Karena menurut saya, kutipan tersebut memiliki narasumber yang mempunyai tingkat kredibilitas yang tinggi. Reporter mewawancarai saksi mata kejadian tersebut. Sehingga saksi tersebut tidak akan berbohong pada media. Selain itu, diperkuat juga oleh perkataan pihak kepolisian yang memeriksa peristiwa kecelakaan tersebut.

1 komentar:

  1. KTA DANA TUNAI TANPA JAMINAN UNTUK APAPUN KEBUTUHAN ANDA . INGIN LIBURAN.RENOVASI RUMAH.PENDIDIKAN.KESEHATAN DLL KITA BANTU PROSES BUNGA 1.99% PROVISI 1.75% UNTUK PENGAJUAN SYARAT LAMPIRAN NYA FC KTP NPWP KARTU KREDIT LIMIT MIN 5 JUTA DAN SUDAH BERJALAN 1 TH . COVER TABUNGAN MELAYANI NASABAH SELURUH INDONESIA BERKAS DAPAT DIKIRIM VIA EMAIL DI rooly88@gmail.com SETELAH BERKAS SAMPAI AKAN DI VERIVIKASI VIA TELPON . PROSES MAKSIMAL 14 HARI KERJA. DANA CAIR 2-3 KALI LIMIT KARTU. JUMLAH PINJAMAN 10-300 JUTA TENOR 36 BULAN. ALAMAT KANTOR KAMI DI PT MIP AGENCY RUKO PANDANARAN LANTAI DUA SEMARANG JL PANDANARAN SEBELUM LAWANG SEWU . BERKAS 100% AMAN DAN RESMI BANK LIHAT PROFIL DI FACEBOOK CHAIRUL SARTO UTOMO Info pengajuan 085600125176 pin 52B77BDC email rooly88@gmail.com Terima Kasih

    BalasHapus

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)