Senin, 04 Juni 2012

Matsuri


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada Minggu, 03 Juni 2012 mengalami warna yang berbeda. tidak seperti biasanya, hari itu berbagai anak muda dengan kostum-kostum yang cukup aneh berkeliaran disekitar areal kampus, kostum-kostum dengan berbagai tokoh anime dan  robot jepang itu mengundang panorama yang menarik. Disinilah sedang berlangsung puncak dari matsuri, sebuah acara yang digagasi oleh Fakultas Ilmu Budaya, tepatnya sastra jepang Universitas Padjadjaran.

Sebenarnya acara yang bertajuk “FESBUKAN”, Festival Budaya dan Pendidikan ini berlangsung sejak Senin, 28 Mei 2012. Acara ini terdiri dari beberapa rangkaian sub acara seperti LCC, Lomba Cosplay, Dance Cover, dan masih banyak lagi. Peserta dari lomba-lomba tersebut tidak hanya orang dalam kampus UNPAD, tetapi dari luar kampus salah satunya yaitu, Universitas Katholik Maranatha, dan beberapa SMA/MA sederajat di luar pulau Jawa.

Acara ini juga dikemas dengan adanya stan-stan makanan dan minuman khas dari Jepang serta makanan  khas Asia yang lainnya. Selain stan makanan, ada juga stan aksesoris-aksesoris, peramal, dan yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah Obake, rumah hantu ala Jepang.
Ternyata di acara festival budaya ini tidak hanya menampilkan budaya dariJepang, tetapi juga banyakbudaya luar Jepang seperti Ludruk yang ditampilkan oleh Padja Java, Rampak Gendang, dan Tari Saman oleh mahasiswa Fakultas Teknik Geologi. Selain itu, adapun penampilan dari Cosplay Kelompok dan Veirsaile band yang berpenampilan seperti wanita-wanita kerajaan Perancis.  Acara puncaknya akan ditutup oleh penampilan dari JKT48 yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pengunjung terutama anak-anak kecil.
Sayangnya, penyusunan acaranya kurang menarik, sehingga banyak pengunjung yang mengeluh dan menggerutu karena jalan acaranya yang monoton. Salah seorang pengunjung, Asep Arifani Siswanto (20), mengatakan “Banyak waktu yang terbuang sia-sia (ngaret), suara rampak gendangnya tadi terdengar tidak asli, stan makanannya kurang Jepang banget dan terlihat acak-acakan. Sponshorship juga tidak diperhatikan, sebaiknya spanduk yang diberikan sponsor disimpan di tempat yang layak, jangan di bawah seperti itu. Kalau saya sebagai sponsor,saya tidak mau lagi mensponsori lagi".



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)