Jumat, 28 Desember 2012

Konsep Diri


1.      Pengertian Konsep Diri
Pengertian konsep diri menurut beberapa ahli diantaranya
·        Jalaluddin Rakhmat
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita sendiri baik bersifat psikologi, sosial maupun fisis.
·        Deddy Mulyana
Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada diri individu. (Mulyana, 2007:7).
            Jadi, konsep diri adalah suatu pandangan terhadap diri kita sendiri atau yang sering disebut “Aku” baik itu dilihat dari perilaku ataupun psikis. Konsep diri dapat kita peroleh dari individu masing-masing ataupun informasi dari orang lain. Pandangan fisik dapat dilihat “Apakah penampilan saya menarik?”. Pandangan psikis, “Bagaimana perilaku dan watak saya?”. Pandangan sosial, “Bagaimana perilaku orang terhadap saya, apakah mereka menghargai saya atau tidak?”.
2.      Proses Perkembangan Konsep Diri
Konsep diri akan terbentuk dari sejak awal kita dilahirkan. Dari kecil kita sudah belajar untuk mempercayai diri dan mengenal orang lain. Misalnya pada saat belajar berjalan, seorang bayi akan tumbuh rasa percaya dirinya untuk mengahadapi tantangan tersebut.
Berikut perkembangan dari konsep diri
·        0-1 tahun
Individu tersebut akan  mulai belajar mempercayai dirinya sendiri dan mengenali orang lain. Orang yang akan pertama mereka kenali adalah orang yang paing dekat dengan mereka, misalnya orang tua mereka dan saudaranya.

·        1-3 tahun
Sejalan dengan pertumbuhan fisik, individu tersebut mempunyai kontrol terhadap beberapa bahasa yang diajarinya. Mulai menyukai dirinya sendiri.

·        3-6 tahun
Pada usia ini, individu tersebut sudah dapat membedakan gender. Bertindak inisiatif dan lebih meningkatkan kewaspadaan diri sendiri. Bahasa yang diucapkan pun sudah memounyai kosa kata yang meningkat dari sebelumnya.

·        6-12 tahun
Dalam tahap ini, individu tersebut sudah dapat mengatur dirinya sendiri. Selain itu juga dapat berinteraksi dengan teman sebayanya. Mempunyai keterampilan baru atau hobi baru serta menyadari keterbatasan dan kekuatan yang dimilikinya.

·        12-20 tahun
Pada usia remaja dewasa, individu tersebut mampu menerima perubahan bentuk fisiknya. Mulai mempunyai tujuan hidup atau cita-cita. Dapat merasakan hal positif tentang dirinya serta muali tertarik dengan lawan jenisnya.

·        Pertengahan 20 tahun – pertengahan 40 tahun
Pada usia dewasa, individu tersebut mulai mempunyai hubungan intim dan tetap. Misalnya hubungan suami istri, teman dekat ataupun sahabat. Mempunyai perasaan yang stabil dan dapat mengontrol emosi diri individu tersebut.

·        Akhir usia 60 tahun
Pada akhir usia ini, individu sudah dapat memaknai arti dari kehidupan dan merasakan hal postif yang tetap pada dirinya. Selain itu, individu tersebut memberikan legalitas bagi generasi selanjutnya.
            Dalam perkembangannya konsep diri juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya atau yang lebih dikenal dengan significant other. Significant other adalah orang yang terpenting atau dekat dengan individu. Significant other yang paling berpengaruh adalah keluarga. Sinificant others tidak hanya orang terdekatnya namun juga meliputi semua orang yang mempengaruhi perasaan, pikiran, dan perilakunya.
3.      Fungsi Konsep Diri
Fungsi konsep diri bagi diri individu menurut Felker D. (1974)  adalah sebagai berikut
a.       Konsep diri sebagai pemeliharaan konsistensi internal
Maksudnya adalah dengan konsep diri kita dapat menjaga konsistensi kita dalam menjalani kehidupan. Konsistensi internal dapat mengukur sejauh mana kita telah memahami diri kita sendiri.

b.      Konsep diri sebagai interpretasi dari pengalaman
Pengalaman yang sudah berlalu dapat dijadikan pelajaran untuk masa yang akan datang akan tidak terjadi kembali. Pengalaman tersebut diinterpretasi atau dimaknai oleh diri kita sendiri sebagai bahan perenungan atau intropeksi diri.

c.       Konsep diri sebagai sutu kumpulan harapan-harapan
Melalui konsep diri, kita dapat menumbuhkan harapan-harapan yang ingin dicapai dengan melihat sejauh mana kita telah berjuang dan mengukur pemahaman diri kita atau semacam prediksi untuk dapat mencapai harapan tersebut.


4.      Hubungan Konsep Diri dengan KAP
Di dalam setiap proses komunikasi antar pribadi, konsep diri adalah salah satu faktor yang mempengaruhinya, karena setiap tingah laku yang dibuat akan sesuai dengan konsep diri orang tersebut. Dalam efektivitas komunikasi anatar pribadi, kita perlu menegtahui intormasi tentang diri kita sendiri. Salah satunya adalah membuka diri. Dengan membuka diri, maka konsep diri kita akan lebih terlihat. Namun biasanya, kita membuka diri kita hanya pada orang-orang yang lebih dekat dengan kita terdahulu daripada orang yang baru mengenal diri kita.
            Konsep diri yang negatif akan menimbulkan kepercayaan diri yang kurang atas kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Sehingga ketika dia berkomunikasi, orang cenderung menganggapnya kurang kredibel atau pesannya tidak relevan dengan apa yang akan dikerjakannya. Konsep diri juga mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa Anda bersedia membuka diri, bagaimana kita mempersepsi pesan itu, dan apa yang kita ingat (Anita Taylor, 1977: 112).

·        Zakiyah, Ns. 2009. KONSEP DIRI (powerpoint).
http://artcell.byethost6.com/art/buat07/mhn1/(no%20UTS)KONSEP%20DIRI.ppt
diakses pada pukul 20.00 WIB Senin, 26 November 2012.
·        Rakhmat, Jalaluddin. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
·        Miyato. 2012. Konsep Diri (Fungsi Konsep Diri).
http://miyato007.blogspot.com/2012/02/konsep-diri.html
diakses pada pukul 20.31 WIB Senin, 26 November 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar dan saran Anda sangat berarti.. :)